AKU INGIN PUNYA BAPAK YANG TIDAK KORUPSI

Ketua Komunitas Untuk Indonesia, Yusrizal KW, disaksikan Isra Iskandar (Pakar Penilai) , menyerahkan hadiah buku kepada Nila R Isna, sebagai penanggap terbaik dalam diskusi. (Foto Faiz)

Ketua Komunitas Untuk Indonesia, Yusrizal KW (Om KW), disaksikan Isral Iskandar (Pakar Penilai) , menyerahkan hadiah buku kepada Nila R Isna, sebagai penanggap terbaik dalam diskusi. (Foto Faiz)

Salah satu rangkaian acara Minangkabau Book Fair 2008 kemarin ada diskusi Komunitas Untuk Indonesia. Nama acaranya Parlementaria Remaja On Demokrasi. Topiknya Nasionalisme. Mottonya Untuk Indonesia Aku Ada.

Diskusinya keren terutama untuk mempertanyakan rasa nasionalisme remaja saat ini. Kan remaja sekarang banyak yang gak peduli sama negaranya. Hobinya cuma mejeng-mejeng di mall. Nggak peduli kalo negaranya lagi krisis. Iya toh?

Peserta yang hadir puluhan orang. Lumayan ramai kata Om KW (Yusrizal KW) yang menjadi penggagas Komunitas Untuk Indonesia. Dalam diskusi ini ada penanggap ahlinya juga yang diberi gelar Kak Pakar yaitu Kak Eka, Kak Israr, dan Kak Taufik. Ketiganya itu merupakan dosen sekaligus pakarnya demokrasi.

Materi diskusi rada-rada hot. Jadinya peserta ikutan panas. Apalagi para peserta berasal dari kalangan berbeda. Emang sih semuanya remaja, tapi ada juga remaja yang masih pelajar, remaja yang udah jadi mahasiswa, remaja yang udah kerja, bahkan remaja yang udah jadi guru atau dosen, dan “katanya” juga ada remaja jalanan. Lho? (Hihihi…, ukuran remaja apa ya….)

Pokoknya seru deh. Ada yang debat, ada yang cuma nanya, ada yang sekedar menyampaikan aspirasi, ada yang nuduh-nuduh pemerintah, ada yang ngomelin generasi tua, ada yang cuma meluruskan beda antara nasionalis dengan nasionalisme biar ga asal ngomong kali ye…, bahkan ada yang curhat, eh juga ada yang berpuisi. Haha….

Diskusi ini diramaikan kelompok musik yang diberi nama UNTUK INDONESIA yang membuat suasana menjadi renyah.

Oh iya, panitia menyediakan hadiah buku untuk penanggap dan penanya terbaik. Tapi ujung-ujungnya semua yang “angkat suara” dapat buku, ada 15 orang yang tunjuk tangan baik untuk yang bertanya ataupun menanggapi, ke-15nya itu dapat buku dari panitia.

Tapi tetap dipilih penanggap terbaik. Who is it? Ternyata oh ternyata saudara-saudara, saya yang terpilih jadi penanggap terbaik. Hohoho… hahaha….

Kaget sih pas disebut namanya sebagai penanggap terbaik. Toh, yang saya ucapkan waktu itu kalimat alakadarnya. Lagian saya bikin kata-kata itu ya waktu saya berdiri sambil megang mick itu. Nggak ada persiapan sama sekali. Waktu nunjuk tangan saya nggak mikir mau baca puisi. Cuma mau bilang agar negara kita nggak korupsi lagi. Eh, pas megang mick, entah dapat ilham dari mana, saya malah baca puisi.

Ini kata saya:
Aku mau punya bapak yang tidak korupsi
Aku mau punya ibu yang tidak suka menonton sinetron televisi
Aku mau punya teman yang gemar membaca
Aku mau kita semua cinta Indonesia

Gimana?

Padang 2008

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar