Anti Korupsi Sampai Mati

Pacar Indonesia (sebutan untuk peserta diskusi,-red) menyanyikan Lagu 'Seperti Para Koruptor' SLANK

Pacar Indonesia (sebutan untuk peserta diskusi,-red) menyanyikan Lagu 'Seperti Para Koruptor' SLANK

Alunan lagu Indonesia Pusaka menggema di arena 4th Padang Book Fair, Gedung Bagindo Aziz Chan, membuka acara diskusi yang dimulai pukul 14:15 WIB itu. Lagu ciptaan Ismail Marzuki itu diiringi oleh pemusik Indonesia; gitar dan harmonika oleh Andi, Afid (vokalis dan gitaris) serta Mamad (biolis). Minggu (9/11) lalu, Komunitas Untuk Indonesia kembali mendiskusikan Indonesia dengan tema “Anti Korupsi Sampai Mati”. Pengunjung Padang Book Fair yang sesak itu satu persatu bergabung dengan mereka yang sudah berdiskusi, kemudian ikut pula menyumbangkan ide dan pendapatnya tentang Indonesia tercinta. Remaja Indonesia, mulai dari pelajar, mahasiswa serta mereka yang mencintai Indonesia, bersama menguras otak berpikir tentang Indonesia-nya dengan persoalan-persoalan kehidupan yang pelik, yang sedang bertubi-tubi berusaha menghancurkan Indonesia akhir-akhir ini. Remaja Indonesia mendiskusikan masalah-masalah yang tengah terjadi Indonesia, lalu berupaya mencarikan solusi untuk kebaikan Indonesia.

Diskusi yang ketiga Komunitas untuk Indonesia ini menggelitik nasionalisme remaja Indonesia yang hadir ketika itu. Mewabahnya tindak korupsi di Indonesia kini, membikin mereka ‘berapi-api’. Apalagi koruptor ada di mana-mana. Ketika ditanya tentang koruptor, tak sedikit acungan tangan yang sudah tak sabar menyampaikan pendapatnya. Dedi Antoni dari Universitas Andalas dengan tegas mengatakan bahwa koruptor lebih jahat daripada binatang. Koruptor itu adalah orang termiskin di dunia. Untuk itu, korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Ada pula Dewi dari STMIK Jayanusa. Ia mengajak semua orang untuk bertanya pada diri sendiri, apakah saya pernah melakukan tindak korupsi? Dedet Pratama Dinata, mahasiswa Universitas Andalas, juga tampak geram dengan tingkah koruptor di Indonesia, juga dengan tingkah masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia kini, seperti tutup mata tutup telinga dengan kondisi negaranya. Contohnya saja, mahasiswa lebih memikirkan tugas kuliahnya dibanding masalah-masalah di Indonesia, seperti korupsi. Parlen Deplomar, siswa MAN 1 Padang ikut berkomentar tentang koruptor. Koruptor itu, katanya, menindas hak-hak rakyat. Meluruskan persepsi kita tentang koruptor dan korupsi, Andrinov Chaniago, Kak Pakar kali ini membahas arti sesungguhnya. Korupsi adalah menggunakan hak orang banyak, termasuk menyalahgunakan kekuaasaan, jabatan, kesempatan, dan posisi untuk memperkaya diri sendiri. Korupsi itulah yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sedang ramai dibicarakan pun bisa diganti namanya menjadi Bantuan Langsung Tewas. Hak warga negara tidak dikelola dengan baik. Menurut dosen UI ini, Indonesia merupakan tempat belajar korupsi terbaik karena hanya di Indonesia lah banyak bentuk kreativitas untuk melakukan korupsi.

Jika dikaji penyebab korupsi, lebih lanjut Kak Andrianov menjelaskan bahwa niat, kesempatan, dan mentalitas saling mempengaruhi sehingga menyebabkan perilaku korupsi tersebut. Kalau ada niat, kesempatan (kekuasaan), didukung oleh mental koruptor, maka berhasil tindak korupsi tersebut. “Ada kemauan, ada jalan,” candanya.

Koruptor memang menjengkelkan, membuat geram dan sakit hati setiap orang yang merasa dirampas haknya. “Sebaiknya, koruptor itu diapakan, ya?” tanya Kak Yusrizal KW. Pacar Indonesia punya beragam pendapat tentang hukuman yang setimpal untuk para koruptor. Brata, mahasiswa UNP, menanggapinya. Menurutnya, eksekusi adalah hukuman yang paling pas untuk koruptor. Hukuman eksekusi itu juga disetujui dua orang pacar Indonesia lainnya, seperti Borry Fonanda dari SMA N 10 Padang dan Jasmin dari UNAND. Ulfi, mahasiswa UNP ini lebih menyarankan seragam khusus untuk para koruptor. Hal senada juga disampaikan Milda Oktavia dari UNP. Lily Devany, siswa SMA Pembangunan ini lebih menginginkan agar koruptor itu diasingkan dan diambil haknya. M. Windi, siswa PMT Hamka lebih menginginkan koruptor itu dipotong tangan dan kakinya secara menyilang. Kak Lince, salah seorang staf pengajar UNP angkat bicara. Menurutnya, sebaiknya Undang-Undang Anti Korupsi harus direvisi dan koruptor itu harus diberi efek jera.

Korupsi kian berlarut-larut. Entah sudah berapa jumlahnya uang negara yang dikorupsi, entah sudah berapa rakyat yang menjadi korban korupsi. Indonesia tampaknya butuh solusi untuk masalah yang tak kunjung berakhir ini. Saatnya remaja Indonesia bicara, solusi terbaik untuk Indonesia-nya.

Nilna R. Isna, mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNAND ini memberikan solusi yang membuat orang terbahak-bahak, kemudian terdiam. Merenung. Pertama, peliharalah kucing di rumah Anda. Kedua, jika pergi ke pasar, belilah lem tikus dan baca petunjuknya. Ketiga, jangan pernah mau jadi makanan kucing. Begitu solusi Nilna. Lain pula solusi dari Maghriza Novita Syahti, mahasiswa Psikologi UNP ini menyarankan setiap orang mempengaruhi orang-orang di sekelilingnya. Siapa saja, teman, orangtua, keluarga. Yang penting menyamakan tujuan kita untuk memberantas korupsi di Indonesia dan mencegah setiap orang bertindak korupsi.

Tak hanya remaja Indonesia yang punya solusi. Kak Pakar kita hari ini pun menawarkan solusi. Menurut Kak Andrinov Chaniago, hal pertama yang harus dibenahi adalah system recruitment aparatur negara yang kini asal-asalan. Kemudian, mentalitas seluruh masyarakat Indonesia harus dibina agar tidak ada lagi mental koruptor.
Indonesia butuh harapan untuk masa depannya. Harapan dari remaja, pacar Indonesia. Harapan itulah nanti yang akan menjadi penyemangat, membuat Indonesia bangkit dari keterpurukannya.

Fitria, mahasiswa UNP ini berharap seluruh masyarakat Indonesia menjadi rakyat yang berpendidikan, yang benar-benar mengerti dampak korupsi. Lain lagi Rizki yang juga dari UNP. Ia ingin setiap warga negara Indonesia merubah diri sendiri dulu. Kalau individunya sudah bagus, maka kesejahteraan masyarakat juga akan terjamin. Tak akan ada lagi korupsi.

Sebagai pacar Indonesia yang mencintai Indonesia-nya, mereka berharap Indonesia tak lagi dirundung masalah, tak lagi mendapat juara dalam hal korupsi di dunia, tak lagi menjadi sarang koruptor. Betapa inginnya teman-teman Indonesia menikmati kembali kejayaan negaranya, hal-hal baik dari Indonesia.

Acara ditutup diiringi lagu Seperti Para Koruptor dari Slank dan lagu Pacar Indonesia, lirik oleh Yusrizal KW dan musik oleh pemusik Indonesia, Afid, Mamad dan Andi. (Maghriza Novita Syahti)

1 Komentar

  1. malam …. salam kenal ya


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar